
Spatial Indonesia Resmi Dideklarasikan, Dorong Pengembangan Ekosistem Spatial Technology di Indonesia
Infinite Learning turut menjadi bagian dari inisiatif Spatial Indonesia untuk mempertemukan talenta, akademisi, industri, dan mitra teknologi dalam mendorong pengembangan ekosistem Spatial Technology di Indonesia.

Perkembangan teknologi digital terus membuka peluang baru, termasuk melalui hadirnya teknologi yang menghubungkan dunia fisik dan digital. Melihat potensi tersebut, Spatial Indonesia resmi dideklarasikan sebagai organisasi dan komunitas nirlaba yang berfokus pada pengembangan ekosistem Spatial Technology di Indonesia.
Spatial Indonesia hadir sebagai wadah kolaborasi yang mempertemukan talenta, akademisi, peneliti, perusahaan teknologi, startup, industri, pemerintah, investor, serta berbagai pemangku kepentingan untuk bersama-sama mendorong riset, inovasi, pengembangan talenta, hingga penerapan teknologi spatial dalam berbagai sektor.
Teknologi yang menjadi fokus Spatial Indonesia mencakup Spatial Computing, Artificial Intelligence (AI), Extended Reality (XR), Digital Twin, Robotics, Computer Vision, 3D Technology, Internet of Things (IoT), Game Technology, serta berbagai teknologi yang berkaitan dengan transformasi menuju Industry 5.0.

Pendiri sekaligus Ketua Umum Spatial Indonesia, Ari Nugrahanto, yang juga menjabat sebagai Program Director di Infinite Learning, menyampaikan bahwa perkembangan teknologi spatial secara global menjadi peluang bagi Indonesia untuk tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga turut mengambil bagian dalam proses penciptaan dan pengembangannya.
Menurut Ari, keberadaan ekosistem yang mempertemukan talenta, peneliti, industri, perusahaan teknologi, startup, hingga investor menjadi penting agar perkembangan teknologi dapat bergerak lebih jauh dari sekadar pembelajaran menuju riset, inovasi, produk, dan solusi yang dapat diterapkan secara nyata.
“Spatial Indonesia didirikan dengan satu tujuan, yaitu mengambil momentum berkembangnya teknologi spatial di dunia sekaligus menjadi wadah berkumpulnya seluruh talenta Indonesia untuk melakukan penelitian dan pengembangan, pelatihan, pendampingan usaha sampai dengan penyaluran tenaga kerja, serta memberikan kesempatan kepada calon investor untuk mencari dan mengembangkan peluang bisnis bersama,” ujar Ari.
Perkembangan Spatial Technology sendiri melibatkan berbagai disiplin yang saling terhubung, mulai dari AI, XR, computer vision, robotics, digital twin, 3D technology, IoT, cloud computing, hingga advanced manufacturing. Karena itu, Spatial Indonesia dirancang sebagai ekosistem yang terbuka dan kolaboratif untuk mempertemukan berbagai keahlian tersebut.
Untuk mewujudkan visinya sebagai ekosistem terdepan dalam pengembangan Spatial Technology, Game Technology, dan Immersive Digital Experiences, Spatial Indonesia membawa lima misi utama.
Pertama, Research & Innovation, yang berfokus pada pengembangan riset dan inovasi di bidang Spatial Computing, AI, XR, Digital Twin, Simulation, Robotics, Game Technology, Real-Time 3D, serta teknologi terkait Industry 5.0.
Kedua, Talent Development, melalui berbagai kegiatan seperti knowledge sharing, training, mentoring, certification, dan pengalaman praktis bersama industri untuk membantu meningkatkan kompetensi talenta Indonesia.
Ketiga, Industry & Business Enablement, dengan mendorong industri, startup, dan pelaku usaha untuk memanfaatkan Spatial Technology dan Game Technology dalam pengembangan produk, layanan, simulasi, pelatihan, hingga model bisnis baru.
Keempat, Talent-to-Industry Connection, yang menjembatani talenta dengan kebutuhan industri melalui internship, project-based learning, professional placement, serta penyaluran tenaga kerja.
Kelima, Global Collaboration & Investment, melalui kolaborasi dengan perusahaan teknologi global, institusi pendidikan, pusat penelitian, pemerintah, dan investor untuk mempercepat pertumbuhan ekosistem Spatial Technology di Indonesia.

Tidak berhenti pada deklarasi, Spatial Indonesia juga telah menyiapkan sejumlah program yang akan dikembangkan secara berkelanjutan, yaitu SpaRing, Stup, dan SpaceThon.
Ketua Harian Spatial Indonesia, Muhammad Tafani Rabbani, menjelaskan bahwa ketiga program tersebut dirancang dengan karakter yang berbeda namun saling melengkapi.
SpaRing - Spatial Sharing merupakan forum berbagi pengetahuan dan pengalaman mengenai perkembangan teknologi spatial yang mempertemukan praktisi, akademisi, peneliti, dan industry expert.
Sementara itu, Stup - Spatial Meetup menjadi ruang networking dan kolaborasi yang mempertemukan komunitas, talenta, startup, industri, perusahaan teknologi, serta berbagai stakeholders dalam suasana yang lebih terbuka dan informal.
Adapun SpaceThon - Spatial Hackathon menjadi wadah bagi peserta untuk mengembangkan solusi berbasis Spatial Technology melalui kompetisi dan kolaborasi lintas disiplin. Program ini berfokus pada penyelesaian real-world problems, pengembangan prototipe, serta eksplorasi penerapannya di industri.
Ketiga program tersebut diharapkan dapat menjadi pintu masuk bagi masyarakat dan talenta Indonesia untuk mengenal, mempelajari, mengembangkan, serta menerapkan teknologi spatial secara lebih luas.
Pengembangan ekosistem teknologi tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Karena itu, Spatial Indonesia membuka peluang kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk perusahaan teknologi nasional maupun global, institusi pendidikan, pusat penelitian, pemerintah, startup, industri, dan investor.
Bentuk kolaborasi yang dapat dikembangkan pun tidak terbatas pada pendanaan, tetapi juga mencakup penyediaan hardware, software, cloud resources, research facilities, technology platform, training, mentorship, expertise, scholarship, access to technology, industrial use cases, hingga joint research and development.
Melalui kolaborasi tersebut, talenta dapat memperoleh kesempatan untuk belajar dan berkembang, sementara industri dapat memperoleh akses terhadap talenta dan inovasi. Di sisi lain, perusahaan teknologi memiliki ruang untuk memperluas ekosistem, sedangkan investor dapat menemukan peluang bisnis dan startup baru berbasis teknologi spatial.
Bagi Infinite Learning, hadirnya Spatial Indonesia juga sejalan dengan pentingnya membangun hubungan yang semakin erat antara pengembangan talenta, teknologi, dan kebutuhan industri. Pengalaman belajar yang terhubung dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan dunia profesional dapat menjadi bagian penting dalam mempersiapkan talenta digital untuk menghadapi perubahan industri.
Spatial Indonesia memandang perkembangan Spatial Technology sebagai salah satu peluang strategis dalam menghadapi transformasi industri menuju Industry 5.0. Teknologi spatial memiliki ruang penerapan yang luas, mulai dari pendidikan, manufaktur, kesehatan, konstruksi, arsitektur, pariwisata, hiburan, pelatihan tenaga kerja, hingga pengembangan kota dan infrastruktur.
Ke depan, Spatial Indonesia akan terus mengeksplorasi berbagai bidang, termasuk Spatial Computing, AI & Computer Vision, AR/VR/MR/XR, Digital Twin & Simulation, 3D & Real-Time Technology, Robotics & Autonomous Systems, IoT & Edge Computing, Game Technology & Game Industry, Smart Factory, serta Spatial Learning & Immersive Education.
Semangat tersebut dirangkum dalam tiga prinsip utama: Explore. Create. Transform.
Explore berarti mengeksplorasi teknologi dan peluang baru. Create berarti menciptakan pengetahuan, inovasi, produk, dan talenta. Sementara Transform berarti membawa teknologi tersebut menjadi solusi yang memberikan dampak nyata bagi industri, masyarakat, dan talenta Indonesia.
Melalui deklarasi Spatial Indonesia, kolaborasi antara talenta, pendidikan, teknologi, industri, dan investasi diharapkan dapat terus berkembang untuk membangun ekosistem Spatial Technology yang lebih kuat di Indonesia.
Sebagai bagian dari ekosistem pengembangan talenta digital, Infinite Learning menyambut baik hadirnya inisiatif yang mendorong kolaborasi lintas sektor serta membuka lebih banyak ruang bagi talenta Indonesia untuk belajar, bereksplorasi, dan mendapatkan pengalaman yang relevan dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan industri.